Translate

Cari Artikel

Tampilkan postingan dengan label Sejarah Alat Alat Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Alat Alat Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Asal Usul Sejarah USG

Penggunaan Aplikasi mesin USG di dunia medis dimulai ketika manusia mulai mengukur jarak menggunakan gelombang suara bawah air. SONAR sebenarnya singkatan dari Sound Navigation and Ranging (Navigasi Suara dan Jangkauan). Sonar Medis juga dianggap sebagai scanner USG. Pada tahun 1826, Dr Jean-Daniel Colladon dari Swiss berhasil menggunakan sebuah lonceng bawah air untuk mengetahui kecepatan suara di Danau Jenewa. Selama akhir tahun 1800-an, fisikawan mulai mengidentifikasi fisik fundamental dari gelombang suara, refraksi, propagasi dan transmisi. Lord Rayleigh dari Inggris, menerbitkan "The Theory of Sound" (Teori Suara) pada tahun 1877. Lazzaro Spallanzani dari Italia dianggap berjasa karena menemukan USG pada tahun 1794 ketika ia menunjukkan bagaimana kelelawar secara akurat dapat terbang dalam gelap menggunakan echo refleksi dari suara tak terdengar di frekuensi tinggi. Francis Galton menciptakan getaran suara frekuensi sangat tinggi pada tahun 1876, yang mampu didengar telinga manusia, melalui Whistle Galton. Pada tahun 1880, Pierre Curie dan Jacques Curie dari Perancis menemukan efek piezo-listrik. Mereka menemukan bahwa USG bisa menghasilkan dan diterima dalam frekuensi megahertz. Sistem deteksi sonar pertama kali diciptakan untuk eksplorasi bawah air dan navigasi. Penemuan dioda dan trioda di tahun 1900-an juga mendorong perkembangan USG. Paul Langevin dan Constantin Chilowsky dari Perancis mengembangkan sebuah perangkat suara-echo frekuensi tinggi yang dihasilkan oleh USG. Lahirlah hidrofon, dengan menggunakan transduser dan menggunakan kristal kuarsa yang ditemukan oleh Curie bersaudara. Dr Ian Donald menyarankan agar sonar dapat digunakan untuk diagnosis medis. Praktik ini dimulai setelah USG digunakan secara terbatas setelah Perang Dunia II. Pada tanggal 21 Juli 1955, beliau mulai bekerja pada eksperimen yang melibatkan detektor logam cacat ultrasonik industri. USG kemudian dirasakan sangat berguna dalam mendeteksi dan membedakan fibroid, Glossary Link tumor perut dan Glossary Link kista. Dr Karl Theodore Dussik dari Austria menyelidiki USG transmisi di Glossary Link otak pada tahun 1942 dan menerbitkan beberapa karya ultrasonik medis. Dr Ian Donald bersama rekan lain dari Glasgow telah berjasa melakukan banyak hal dalam pengembangan aplikasi dan teknologi praktis. Karya-karya mereka telah menyebabkan penggunaan teknologi yang lebih luas dalam praktik medis ini. Lebih banyak lagi tersedia sistem yang lebih komersial, seperti gambar greyscale dan bistable. Glossary Link Doppler USG juga dikembangkan dengan mengkombinasikan pindai Duplex dan pindai berwarna. Bahkan sekarang aliran darah melalui pembuluh tubuh dapat dilihat. Pencitraan 3D dan 4D juga sekarang tersedia, yang dimuali dengan penciptaan microchip pada tahun 1970. Ada beberapa jenis USG yang tersedia pada saat ini, yang penggunaan masing-masing USG tergantung pada kondisi pasien dan organ tubuh yang perlu diperiksa. Semua relatif aman, nyaman dan terjangkau untuk digunakan. Semuanya juga memiliki risiko yang sangat rendah dan tidak memerlukan persiapan apapun oleh pasien. Prosedurnya juga non-invasif dan tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga seseorang dapat segera melanjutkan kegiatan normal setelah pengujian. Ada kemungkinan diperlukan lebih dari satu kali pemindaian, tergantung pada kejelasan gambar. Diambil dari http://doktermu.com/Ultrasonografi-USG/sejarah-mesin-usg.html
Baca Selengkapnya::: - Asal Usul Sejarah USG

print halaman iniPrint halaman ini

Asal Usul Sejarah Tusuk Gigi

Tusuk gigi adalah sebatang kayu atau plastik yang digunakan untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dari gigi, biasanya setelah makan.
Tusuk gigi biasanya mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi.
 Tusuk gigi adalah alat yang sangat penting sehingga versi plastik alat ini dijadikan komponen dari pisau Swiss Army.

 Asal Usul Sejarah TUSUK GIGI
 Tusuk gigi telah ada selama ribuan tahun, mungkin sebagai alat tertua untuk membersihkan gigi. Tusuk gigi dikenal di semua budaya. Sebelum sikat gigi diciptakan, orang membersihkan giginya dengan kayu pembersih gigi yang keras maupun lembut. Tusuk gigi yang terbuat dari perunggu telah ditemukan di antara barang-barang yang dikuburkan dalam makam-makam pra-sejarah di Italia Utara dan di Alpen Timur. Tusuk gigi juga dikenal luas di Mesopotamia. Konon sang tiran Agatokles dibunuh pada 289 SM melalui racun yang bekerja lambat, yang ditaruh oleh seorang budak kesayangannya pada sebatang tususk gigi. Ada contoh-contoh tusuk gigi yang artistik dan halus dari bahan perak di zaman kuno, atau dari kayu mastis di kalangan bangsa Romawi. Pada abad ke-17 tusuk gigi dianggap barang mewah yang setara dengan perhiasan permata. Mereka dibuat dari logam mulia dan dihiasi dengan batu-batu berharga. Seringkali mereka dibuat secara artistik dan dilapisi email. Kini, dengan kemajuan ilmu kedokteran gigi modern, penggunaan tusuk gigi agak ditolak, dan alat-alat bantu lainnya seperti benang gigi dan sikat gigi lebih disukai. Namun karena terobosan mutakhir dalam teknologi rasa, tusuk gigi tetap populer di kalangan banyak orang. Negara bagian Maine di Amerika Serikat adalah produsen utama tusuk gigi. Di Korea Selatan, untuk mendorong orang agar lebih ramah lingkungan, beberapa perusahaan menciptakan tusuk gigi yang dapat dimakan. Tusuk gigi ini dibuat dari ubi jalar, tampak jernih dan melunak perlahan-lahan apabila terkena air panas.
Baca Selengkapnya::: - Asal Usul Sejarah Tusuk Gigi

print halaman iniPrint halaman ini

Asal Usul Sejarah Mikroskop dan Perkembangannya

Asal Usul sejarah Mikroskop

mikroskop (bahasa yunani: Micros = kecil dan scopein = melihat) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar. Ilmu yang mempelajari benda kecil dengan menggunakan alat ini disebut mikroskopi, dan kata mikroskopik berarti sangat kecil, tidak mudah terlihat oleh mata.

dalam perkembangannya mikroskop mampu mempelajari organisme hidup yang berukuran sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga mikroskop memberikan kontribusi penting dalam penemuan mikroorganisme dan perkembangan sejarah mikrobiologi. Organisme yang sangat kecil ini disebut sebagai mikroorganisme, atau kadang-kadang disebut sebagai mikroba, ataupun jasad renik. Dapat di amati dengan mikroskop.

Salah satu penemu sejarah mikrobiologi dengan mikroskop adalah antonie van leeuwenhock (1632-1723) tahun 1675 antonie membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, dengan menumpuk lebih banyak lensa sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga, juga dari air laut dan bahan pengorekan gigi. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’

jenis-jenis mikroskop
jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibagi menjadi dua, yaitu, mikroskop cahaya dan mikroskop elektron. Mikroskop cahaya sendiri dibagi lagi menjadi dua kelompok besar, yaitu berdasarkan kegiatan pengamatan dan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan. Berdasarkan kegiatan pengamatannya, mikroskop cahaya dibedakan menjadi mikroskop diseksi untuk mengamati bagian permukaan dan mikroskop monokuler dan binokuler untuk mengamati bagian dalam sel. Mikroskop monokuler merupakan mikroskop yang hanya memiliki 1 lensa okuler dan binokuler memiliki 2 lensa okuler. Berdasarkan kerumitan kegiatan pengamatan yang dilakukan, mikroskop dibagi menjadi 2 bagian, yaitu mikroskop sederhana (yang umumnya digunakan pelajar) dan mikroskop riset (mikroskop dark-field, fluoresens, fase kontras, nomarski dic, dan konfokal).

struktur mikroskop

ada dua bagian utama yang umumnya menyusun mikroskop, yaitu:

Bagian optik, yang terdiri dari kondensor, lensa objektif, dan lensa okuler.
Bagian non-optik, yang terdiri dari kaki dan lengan mikroskop, diafragma, meja objek, pemutar halus dan kasar, penjepit kaca objek, dan sumber cahaya.

pembesaran
tujuan mikroskop cahaya dan elektron adalah menghasilkan bayangan dari benda yang dimikroskop lebih besar. Pembesaran ini tergantung pada berbgai faktor, diantaranya titik fokus kedua lensa( objektif f1 dan okuler f2, panjang tubulus atau jarak(t) lensa objektif terhadap lensa okuler dan yang ketiga adalah jarak pandang mata normal(sn). Rumus:

sifat bayangan

baik lensa objektif maupun lensa okuler keduanya merupakan lensa cembung. Secara garis besar lensa objektif menghasilkan suatu bayangan sementara yang mempunyai sifat semu, terbalik, dan diperbesar terhadap posisi benda mula-mula, lalu yang menentukan sifat bayangan akhir selanjutnya adalah lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti bayangan sementara, semu, terbalik, dan lebih lagi diperbesar. Pada mikroskop elektron bayangan akhir mempunyai sifat yang sama seperti gambar benda nyata, sejajar, dan diperbesar. Jika seseorang yang menggunakan mikroskop cahaya meletakkan huruf a di bawah mikroskop, maka yang ia lihat adalah huruf a yang terbalik dan diperbesar.

PERKEMBANGAN MIKROSKOP
Mikroskop Optis

Jenis paling umum dari mikroskop, dan yang pertama diciptakan, adalah mikroskop optis. Mikroskop ini merupakan alat optik yang terdiri dari satu atau lebih lensa yang memproduksi gambar yang diperbesar dari sebuah benda yang ditaruh di bidang fokal dari lensa tersebut.

Pada 1674 Leeuwenhok dengan menggunakan mikroskop sederhana, dia dapat melihat mikroorganisme. Mikroorganime terlihat dari setetes air danau yang diamati dengan menggunakan suatu lensa gelas. Benda-benda itu disebut ‘animalcules’ terlihat dalam berbagai bentuk, ukuran dan warna. Leeuwenhoek mengamati organisme yang dikorek dari sela-sela giginya. Kemudian hasil pengamatannya digambarkan dalam bentuk sketsa sel bakteri dengan bentuk seperti bola, batang, dan spiral sama seperti bentuk bakteri yang dikenal pada saat ini.

Leeuwenhoek telah membuat lebih dari 500 gambar mikroskop. Dalam desain dasar mikroskop Leeuwenhoek, sebagian orang menganggap itu hanyalah kaca pembesar (karena hanya terbuat dari 1 lensa saja), bukan mikroskop seperti yang digunakan sekarang (yang terdiri dari 2 lensa). Dibandingkan dengan mikroskop modern, mikroskop buatannya adalah perangkat yang sangat sederhana, hanya menggunakan satu lensa, terpasang dalam lubang kecil di piring kuningan yang membentuk tubuh instrumen. Spesimen dipasang pada titik fokus yang menempel di depan lensa, dan posisi dan fokus bisa disesuaikan dengan memutar dua sekrup. Seluruh instrumen panjangnya hanya 3-4 inci dan harus diangkat mendekat dengan mata dan memerlukan pencahayaan yang baik serta kesabaran yang besar dalam penggunaanya. Meskipun pada jamannya telah ditemukan mikroskop 2 lensa yang hampir mirip dengan mikropskop saat ini, namun pada saat itu pembuatannya masih rumit dibandingkan mikroskop ala Leewenhoek. Dan dengan ketrampilan Leewenhoek dalam membuat lensa, dia berhasil membuat mikroskop yang mampu memperbesar objek sampai lebih dari 200 kali sehingga gambar yang dihasilkan lebih jelas dan lebih terang. Meskipun ia sendiri tidak bisa menggambar dengan baik, ia mempekerjakan ilustrator untuk menggambar objek yang ia amati dan gambar itu digunakan untuk melengkapi uraian tertulis dari objek yang ia amati.

Mikroskop Cahaya
Seorang ilmuwan dari universitas Berlin yaitu Dr. Ernst Ruska menggabungkan penemuan ini dan membangun mikroskop transmisi elektron (TEM) yang pertama pada tahun 1931.
LOVE AND LIVE
Untuk hasil karyanya ini maka dunia ilmu pengetahuan menganugerahinya hadiah Penghargaan Nobel dalam fisika pada tahun 1986. Mikroskop yang pertama kali diciptakannya adalah dengan menggunakan dua lensa medan magnet, namun tiga tahun kemudian ia menyempurnakan karyanya tersebut dengan menambahkan lensa ketiga dan mendemonstrasikan kinerjanya yang menghasilkan resolusi hingga 100 nanometer (nm) (dua kali lebih baik dari mikroskop cahaya pada masa itu)

Bagian-bagian dari mikroskop cahaya:
1. lensa okuler
2. lensa objektif
3. lensa objektif yang lain
4. pengatur fokus secara kasar
5. pengatur fokus secara halus
6. papan letak objek/sampel/preparat yang dilihat
7. sumber cahaya
8. kondensor cahaya
9. penjepit sampel

Mikroskop cahaya atau dikenal juga dengan nama “Compound light microscope” adalah sebuah mikroskop yang menggunakan cahaya lampu sebagai pengganti cahaya matahari sebagaimana yang digunakan pada mikroskop konvensional. Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih berasal dari sinar matahari yang dipantulkan dengan suatu cermin datar ataupun cekung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin ini akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor.

Mikroskop cahaya mempunyai perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop mempunyai kaki yang berat dan kokoh dengan tujuan agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga sistem lensa, yaitu lensa obyektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa obyektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop bisa berbentuk lensa tunggal (monokuler) atau ganda (binokuler). Pada ujung bawah mikroskop terdapat tempat dudukan lensa obyektif yang bisa dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi obyek dan lensa-lensa mikroskop yang lain.

Contoh sehari-hari menggambarkan masalah utama mikroskop cahaya. Ketika digunakan dalam biologi sel modern, cluster padat ribuan sel menghamburkan cahaya sehingga kuat bahwa sel-sel yang terletak di belakang sebuah objek tidak dapat dilihat. Meskipun lebih dikenal dari fiksi ilmiah, konsep diri merekonstruksi sinar laser menawarkan solusi yang menjanjikan untuk masalah ini. percobaan yang terbentuk laser khusus balok mampu diri merekonstruksi bahkan di hadapan berbagai hambatan, misalnya tingginya jumlah hamburan biologi sel-cahaya, yang berulang kali menghancurkan laser sinar profil. Self-rekonstruksi bekerja karena foton tersebar (kuanta cahaya) di pusat balok terus digantikan oleh foton baru dari samping. Foton dari semua pihak bertemu di tengah balok hampir di fase dalam rangka membangun profil balok baru, tidak terpengaruh oleh cukup tertinggal dari hamburan tersebut. Para ilmuwan itu menggunakan hologram komputer (alat yang mengubah fasa cahaya) untuk memodifikasi sinar laser konvensional ke yang disebut Bessel sehingga fase profil balok yang memiliki bentuk kerucut. Meskipun Bessel balok yang dikenal sebagai difraksi-bebas dalam ruang bebas, telah benar-benar jelas apakah, dan apa gelar, mereka bisa mendapatkan kembali bentuk balok pertama mereka juga di media homogen, di mana hamburan cahaya yang cukup.


Diambil dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9464358
Baca Selengkapnya::: - Asal Usul Sejarah Mikroskop dan Perkembangannya

print halaman iniPrint halaman ini

Sejarah Stethoscope / stetoskop

Stetoskop (bahasa Yunani: stethos, dada dan skopeein, memeriksa)
adalah sebuah alat medis akustik untuk memeriksa suara dalam tubuh.
Dia banyak digunakan untuk mendengar suara jantung dan pernapasan, meskipun dia juga digunakan untuk mendengar intestine dan aliran darah dalam arteri dan "vein".

Asal Usul Sejarah Stethoscope
Stetoskop ditemukan di Perancis pada 1816 oleh René-Théophile-Hyacinthe Laennec.
Dia terdiri dari tabung kayu kosong.
Konon dia menciptakan stetoskop sehingga ia tidak perlu menaruh telinganya di buah dada wanita Perancis.
Tidak jelas apakah Laennec mencoba menghindarinya, atau untuk menghindari rasa malu pasien.
Namun begitu, orang mengatakan bahwa "Kebutuhan adalah ibu dari penemuan".

Ada dua jenis stetoskop: akustik dan elektronik.
Stetoskop Akustik
yang paling umum digunakan, dan beroperasi dengan menyalurkan suara dari bagian dada, melalui tabung kosong berisi-udara, ke telinga pendengar.
Bagian "chestpiece" biasanya terdiri dari dua sisi yang dapat diletakaan di badan pasien untuk memperjelas suara; sebuah diaphgram (disk plastik) atau "bell" (mangkok kosong).
Bila diaphgram diletakkan di pasien, suara tubuh menggetarkan diaphgram, menciptakan tekanan gelombang akustik yang berjalan sampai ke tube ke telinga pendengar.
Bila "bell" diletakkan di tubuh pasien getaran kulit secara langsung memproduksi gelombang tekanan akustik yang berjalan ke telinga pendengar.
Bell menyalurkan suara frekuensi rendah, sedangkan diaphgram menyalurkan frekuensi suara yang lebih tinggi. S
tetoskop dua sisi ini diciptakan oleh Rappaport dan Sprague pada awal abad ke-20.
Permasalahan dengan akustik stetoskop adalah tingkatan suara sangat rendah, membuat diagnosis sulit.

Stetoskop Elektronik
mengatasi tingkatan suara yang rendah dengan cara memperkuat suara tubuh.
Sekarang ini, telah ada beberapa perusahaan menawarkan stetoskop elektronik, dan mungkin dalam beberapa tahun lagi, stetoskop elektronik akan menjadi lebih umum dari stetoskop akustik.

Stetoskop digunakan sebagai alat untuk mendiagnosa penyakit tertentu.
Stetoskop dapat menyalurkan suara tertentu dan menghilangkan suara yang lain.
Sebelum stetoskop ditemukan, doktor meletakkan telinganya ke dekat badan pasien dengan harapan untuk mendengarkan sesuatu.

Stetoskop seringkali dianggap sebagai simbol pekerjaan dokter,
karena dokter sering dilihat atau digambarkan dengan sebuah stetoskop yang tergantung di sekitar lehernya.

Stetoskop juga digunakan oleh mekanik untuk mengisolasi suara tertentu dari mesin untuk diagnosa.

Dari Wikipedia
Baca Selengkapnya::: - Sejarah Stethoscope / stetoskop

print halaman iniPrint halaman ini

SEjarah Alat Suntik / Spuit / Syringe

Bentuk injeksi intravena dan infus dimulai sejak 1670.
Namun, Charles Gabriel Pravaz dan Alexander Wood adalah yang pertama untuk mengembangkan sebuah jarum suntik dengan jarum denda cukup untuk menembus kulit pada tahun 1853.

Banyak kesulitan teknis yang dihadapi mereka bereksperimen dengan transfusi darah telah dihapus setelah 1853 oleh penemuan jarum suntik, dengan jarum berongga runcing.
Kredit untuk evolusi alat ini berguna universal biasanya diberikan kepada Dokter Alexander Wood (lahir 1817), yang diangkat Sekretaris dari Royal College of Physicians of Edinburgh 1850.
Untuk beberapa waktu, Dokter Wood telah bereksperimen dengan jarum berlubang untuk pemberian obat.
Akhirnya, dia merasa cukup percaya diri untuk mempublikasikan dalam "The Medical Edinburgh dan Bedah Review" kertas pendek - 'Sebuah Metode Baru mengobati Neuralgia oleh aplikasi langsung Opiat ke Poin Menyakitkan' - di mana ia menunjukkan bahwa metode ini belum tentu terbatas pada administrasi opiat.
Pada waktu yang sama, Charles Gabriel Pravaz dari Lyon membuat jarum suntik serupa yang dengan cepat datang ke banyak digunakan dalam operasi dengan nama 'The Syringe Pravaz'.


Menurut MedhelpNet.com:
"Charles Gabriel Pravaz (1791-1853), ahli bedah Prancis, dan Alexander Wood (1817-1884), dokter Skotlandia, independen menemukan jarum suntik..
Hal ini pertama kali digunakan untuk menginjeksi morfin sebagai obat penghilang rasa sakit"

Vaksinasi Jarum suntik
Benjamin A. Rubin menemukan "cabang Imunisasi dan Pengujian Needle" atau jarum vaksinasi .
Ini merupakan penyempurnaan untuk jarum suntik konvensional.

Jarum suntik sekali pakai
Arthur E. Smith menerima 8 paten AS untuk jarum suntik sekali pakai 1949-50.
(US nos Paten. 2524363, 2524362, 2497562, 2490553, 2490552, 2490551, 2478845, 2478844)

Pada tahun 1954, Becton, Dickinson dan Perusahaan menciptakan alat suntik sekali pakai yang diproduksi massal pertama dan jarum, diproduksi di kaca.
Ini dikembangkan untuk Salk massal administrasi Jonas Dr dari satu juta anak-anak Amerika dengan vaksin polio Salk baru.

Pada tahun 1955, Roehr Produk memperkenalkan suntik syring e pakai plastik yang disebut Monoject tersebut.

Pada tahun 1956, Colin Murdoch, seorang apoteker dari Timaru, Selandia Baru mematenkan sekali pakai, jarum suntik plastik untuk menggantikan jarum suntik kaca.
Colin Murdoch telah mematenkan empat puluh enam penemuan termasuk: alarm pencuri diam, jarum suntik otomatis untuk memvaksinasi hewan, bagian atas botol childproof, dan senapan pembius yang diciptakan pada tahun 1959.

Pada tahun 1961, Becton Dickinson memperkenalkan jarum suntik sekali pakai pertama plastik yang disebut Plastipak.

African American penemu Phil Brooks menerima paten AS untuk " Jarum suntik sekali pakai "pada tanggal 9 April 1974.

Diambil dari:  http://inventors.about.com/library/inventors/blsyringe.htm
Baca Selengkapnya::: - SEjarah Alat Suntik / Spuit / Syringe

print halaman iniPrint halaman ini

Asal Usul Sejarah Kasur air

Kasur air atau tempat tidur air adalah kasur berisi air.
Kulit kasur terbuat dari plastik vinil.
Di dalam kasur dibagi menjadi kompartemen-kompartemen agar air tidak bergejolak keras ketika mendapat tekanan keras dari atas.
Kasur air umumnya lebih berat dari kasur pegas, kasur lateks, atau kasur karet busa.

Air di dalam kasur membuat orang yang tidur di atasnya merasa sejuk.
Bila diperlukan, air di dalamnya bisa dihangatkan dengan penghangat bertenaga listrik agar orang yang tidur tidak kedinginan.
Bahan kimia ditambahkan ke dalam air agar air di dalam kasur tidak ditumbuhi alga dan bakteri.

Pemanas untuk kasur air memerlukan tenaga listrik yang cukup banyak. kasur air memerlukan antara 500 hingga 2000 kWh per tahun bergantung kepada iklim, ukuran kasur, dan faktor lain.
Dibandingkan lemari es, kasur air memerlukan lebih banyak energi.
Pemakaian listrik bisa dikurangi sejumlah 60% pada kasur air berlapiskan karet busa.


Asal Usul Sejarah Kasur air
Mark Twain dalam artikel berjudul "A New Beecher Church" menyinggung soal kasur air yang digunakan di Elmira untuk orang cacat.
Artikel tersebut diterbitkan The New York Times tanggal 23 Juli 1871.
Walaupun demikian, artikel ini tidak menggambarkan bentuk fisik kasur air yang dimaksud.

Pada tahun 1883, Dr. William Hooper dari Portsmouth, Inggris berhasil mendapat paten untuk kasur air.
Kasur diciptaannya dimaksudkan untuk meringankan sakit punggung pasien.
Namun kasur tersebut mudah bocor sehingga gagal di pasaran.
Sebelumnya, seorang dokter Skotlandia sekaligus penemu bernama Neil Arnott (1788-1874) juga menciptakan kasur air bagi pasiennya.
Semua hasil penemuannya tidak pernah dipatenkan.
Kasur air penemuan Dr. Arnott dimaksudkan untuk meringankan sakit punggung karena terlalu lama berbaring.

Kasur air modern merupakan hasil penemuan Charles Hall pada tahun 1968.
Hall yang masih mahasiswa desain Universitas Negara Bagian San Francisco dibantu oleh rekan sekampus bernama Paul Heckel dan Evan Fawkes. Awalnya, Hall ingin membuat kursi yang lain daripada yang lain. Prototipe pertamanya adalah kantung vinil berisi 136 kilogram tepung jagung, tapi hasilnya tidak enak diduduki. Isinya kemudian diganti dengan Jell-O, tapi juga gagal. Pada akhirnya, Hall meninggalkan cita-cita membuat kursi dan membuat kasur berisi air. Walaupun sukses dengan penemuan kasur air, Charles Hall tidak mendapat hak paten atas ciptaannya. Sebelumnya, kasur air sudah disebut-sebut dalam sejumlah novel karya Robert A. Heinlein, Beyond This Horizon (1942), Double Star (1956), dan Stranger in a Strange Land (1961).

Diambil dari wikipedia
Baca Selengkapnya::: - Asal Usul Sejarah Kasur air

print halaman iniPrint halaman ini