Translate

Cari Artikel

Memuat...

Asal Usul Sejarah GAmelan Jegog

Sejarah seni musik dan tradisi yang terdapat di suatu daerah akan memiliki hubungan dengan adat istiadat, selera masyarakat, kepercayaan dan letak wilayah geografinya. Hubungan tersebut mempengaruhi bentuk kesenian, seni musik, dan alat musik yang dimainkan. Salah satu contohnya adalah gamelan Jegog.
 
Tempat Asal Gamelan Jegog
Gamelan Jegog berasal dari daerah Jembrana, yang memiliki keadaan tanah yang tidak rata. Keadaan alamnya kering, berbeda dengan daerah lainnya di Bali yang berupa pegunungan landai yang ditunjang oleh pertanian. Di Jembrana banyak tumbuh pohon bambu dengan ukuran yang besar-besar. Kondisi alam seperti itulah yang mendorong seniman di sana untuk menciptakan alat musik dari bambu.
Kabupaten Jembrana terletak di Bali bagian barat. Di utara berbatasan dengan kabupaten Bulelang, di timur berbatasan dengan kabupaten Tabanan, di selatan berbatasan dengan samudra Hindia dan di barat dengan Selat Bali. Di Bali terdapat kurang lebih 28 jenis alat musik atau perangkat gamelan yang memiliki bentuk dan gending dengan warna suara, fungsi instrumentasi, karakter danrepertaire gending yang berbeda-beda.
Jembrana terkenal dengan masyarakatnya yang menyukai perlombaan/ pertandingan, khususnya kesenian jegog, seperti mabarung (adu kendang), jegog mabarung (adu jegog), makepung (balapan kerbau), mabente (adu kaki),majengka (adu panco), dan mapentilan (adu nyentil jari).
Sifat masyarakat yang gemar melakukan pertandingan tersebut terlihat pada bentuk kesenian/alat musiknya, seperti gamelan Jegog yang dibuat dengan ukuran yang besar agar tidak kalah tersaingi dengan alat musik lainnya.

Gamelan Jegog
Gamelan jegog adalah seperangkat gamelan yang dibuat dari bahan bambu dengan bentuk dan ukuran yang besar. Gamelan Jegog adalah gamelan yang masih terbilang baru, muncul pada awal abad XX Masehi. I Nyoman Rembang menyatakan bahwa perkembangan gamelan Bali dibedakan mejadi tiga kelompok, yaitu:
  1. Kelompok gamelan tua, yaitu gamelan yang diperkirakan sudah berkembang dari sebelum abad X Masehi.
  2. Kelompok gamelan madya, yaitu gamelan yang diperkirakan berkembang sesudah abad X Masehi.
  3. Kelompok gamelan muda, yaitu gamelan yang diperkirakan berkembang sejak awal abad XX Masehi.
Kesenian Jegog
Kesenian Jegog mendapat pengaruh dari luar/asing. Hal ini dapat terlihat dari kostum yang digunakan oleh para pemainnya, perempuan menggunakan celana pendek dan stoking, laki-laki menggunakan celana, jaket, dasi, kacamata hitam, dan sepatu bot. Gamelan Jegog dipengaruhi pula oleh Hadrah yaitu jenis kesenian musik dari komunitas Loloan. Lama-kelamaan kesenian Jegog dilengkapi dengan tari-tarian, dan sempat menjadi drama Jegog, yaitu drama tradisional yang diiringi oleh gamelan Jegog.
Setiap instrumen dalam gamelan Jegog memiliki fungsinya sendiri dalam menyajikan suatu materi gending. Gabungan dari fungsi setiap instrumen tersebut menghasilkan gending yang menjadi ciri khas gamelan Jegog.

diambil dari : http://www.anneahira.com/sejarah-seni-musik.htm

print halaman iniPrint halaman ini

0 comments:

Poskan Komentar

Terimakasih Telah Membaca Artikel Ini,,
Mohon Komentar dan Pembenaran jika banyak hal yg dirasa Salah.

:::Gratis Copy Paste Asal Cantumkan Link Blog Ini (jika Mau diPublish Kembali:::